Recent Posts

Showing posts with label Definisi. Show all posts

Thursday, 18 October 2012

Jenis - Jenis Kamera

Berikut Jenis jenis kamera

1. Kamera 35mm


35mm adalah format film kecil dengan ukuran bagian sensitif cahaya 24x36mm untuk setiap pengambilan, walaupun beberapa kameramemiliki kemampuan untuk membaginya dua untuk keperluan efisiensi.

35mm biasanya dikemas dalam selongsong tabung kecil, umumnya untuk 24 dan 36 kali pengambilan gambar. Kualitasnya tidak setara dengan film format menengah (medium format) dan format lebar (large format), tetapi sangat praktis.

Film keluar dari tabung lewat lubang kedap cahaya - lubang berbentuk garis kecil dengan kain penyerap cahaya warna hitam. Tetapi tentu saja dibuat film dalam jumlah banyak (bulk) dan kemudian digulung sendiri dalam tabung pakai ulang. Hasilnya adalah rol film bisa lebih panjang dan lebih hemat.


    *SLR (Single Lens Reflex)

    * Kamera Range Finder



2. Medium Format


Medium format berukuran 2 - 4 x film 35mm, dengan demikian film ini menawarkan resolusi yang lebih tinggi daripada film biasa. Hal ini sangat penting terutama untuk faktor pembesaran dan gradasi yang halus tanpa adanya grain or blur noise yang sering kali terjadi saat melakukan pembesaran terhadap gambar yang dihasilkan oleh film format kecil. Juga karena adanya aspect ratio antara lain square (6x6 cm) dan rectangular (4.5x6 cm) yang sangat penting saat proses pencetakan gambar ke ukuran majalah. Oleh sebab itulah film jenis ini menjadi sangat populer untuk digunakan dalam studio photo or modeling photo. 

   * Medium Format Twin Lens Reflex



  * Medium Format SLR



 * Medium Format Range Finder


3. Large Format


Disebut view camera. Film 4x5 inch atau 8x10 inch. Digunakan untuk media cetak dengan ukuran sangat besar dengan kualitas sangat bagus.


Umumnya digunakan untuk keperluan khusus, seperti: foto udara dan foto arsitektur dengan jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi.

read more

Wednesday, 17 October 2012

Istilah dalam Dunia Fotografi (J-O)


J
  • JIS : singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang. 
  • Journalism photo : Foto jurnalistik, yaitu fotografi yang khusus menampilkan foto-foto yang mempunyai nilai berita. Bisa berupa benda, bahan, atau situasi kehidupan manusia yang menarik perhatian umum.
L
  • Landscape : Foto-foto mengenai bentangan alam. Di dalamnya terdapat unsur daratan, misalnya : perbukitan, lautan, pepohonan, atau persawahan 
  • Large Format Camera : Kamera format besar. Biasa disebut view camera, umumnya menggunakan film besar yang disebut “ sheet film “. Sebab kamera ini menggunakan film lembarean dan film 4 x 5 inci atau film 8 x 10 inci. Digunakan untuk pemotretan studio, mempunyai bukaan diafragma besar f:45 atau f: 90. Harus digunakan dengan bantuan tripod. Ruang tajam dan detail yang sangat baik membuat kamera ini sering digunakan untuk memotret benda mati (still life) yang dicetak dalam ukuran besar. Bisa juga untuk memotret landscape 
  • LCD : Singkatan dari Liquid Crystal Display 
  • LED : Singkatan dari Light Emiting Dioda. 
  • Lens : Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata. 
  • Lens Hood : Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal. Cahya seperti ini akan menimbulkan efek flare (bintik cahaya putih) pada foto. 
  • Light contrast : Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya. Hal yang paling mempengaruhi kontras cahaya adalah besar kecilnya sumber cahya. 
  • Light meter : Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan. 
  • Long Shot : Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu. 
  • Low angle : Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya. 
  • LT : Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.
M
  • M : Manual. Pencahayaan biasa ynag dilakukan dengan mengukur dan mengatur segala hal yang terkait dalam pencahayaan secara manual. 
  • Macro : Makro. Pengertian makro dalam fotografi adalah saran untuk pemotretan jarak dekat. Fotografi makro akan menghasilkan rekaman objek(pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1:1), atau paling tidak setengah besar objek aslinya (1:2). Namun, lensa zoom yang mempunyai fasilitas menghasilkan rekaman objek seperempat besar benda aslinya (1:4) juga sudah bisa dikatakan makro. 
  • Macro Lens : Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek). Umumnya dipakai untuk keperluan reproduksi karena dapat memberikan kualitas prima dan minim distorsi. 
  • Magnification : Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.
  • Main light : Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek. 
  • Medium format camera : Kamera format medium, yaitu jenis kamera SLR yang menggunakan jenis film 120 mm. Dibandingkan dengan kamera format kecil, kamera ini mempunyai keunggulan dalam pembesaran cetakan. 
  • Medium shoot : Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari. Bisa digunakan untuk pemotretan berobjek orang, kira2 sebatas pinggul keatas. 
  • Metering : Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori : center weight, evaluative/matrix dan spot 
  • Metering center weight : Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar 
  • Metering matrix : Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu 
  • Metering spot : Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat. 
  • MF : singkatan dari manual focus, yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual. 
  • Microphotography : Fotografi yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop. 
  • Monopod : sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut “unipod”
N
  • Nanometer : Satuan pengukur panjang gelombang 1 nanometer = 1 nm (sepermiliar meter) 
  • Nature Photography : Fotografi alam, yaitu fotografi yang menggambarkan dunia binatang atau tumbuh-tumbuhan yang hidup dalam lingkungan aslinya. 
  • ND Filter : Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali. 
  • Nebula Filter : Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi. 
  • Non-reflex camera : kamera non refleks yang tidak menggunakan cermin putar. Contohnya adalah kamera kompak atau kamera langsung jadi (Polaroid) 
  • Normal lens : Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.
O
  • Obscura : Cikal bakal kamera zaman sekarang. Prinsipnya dalam sebuah kamar gelap yang tertutup lubang (pin hole). Jika kamera obscura dihadapkan ke benda yang diterangi cahaya, sebuah gambar proyeksi terbalik dari benda tersebut akan tampak pada dinding yang berhadapan dengan lubang. 
  • Optical Sharpness : ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik. 
  • Optik : berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb) 
  • Overexposure : kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total. Bila kepekatan bagian ini melampaui batas, hasil cetak foto akan menjadi abu2; bagian high akan menjadi putih. 
  • Overhead lighting : sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas. 
  • Override : Penyimpangan dari pengaturan otomatis. Tujuannya agar pemotret dapat mengatur kamera secara manual.
read more

Istilah dalam Dunia Fotografi (E-I)


E
  • EF-S - Istilah ini biasanya digunakan pada lensa Canon. EF kepanjangan dariElectrofocus dan S adalah Short-BackElectrofocus karena lensa ini memiliki motor sendiri untuk autofokus sementara short-back karena secara mekanis ujung belakang lensa masuk lebih jauh ke dalam mounting kamera. Lensa EF-S didesain khusus untuk kamera Canon non full-frame dan tidak bisa dipakai di kamera full-frame. - Lihat juga keterangan Full Frame.
  • EXIF - singkatan dari Exchangeable Image File, yaitu data-data mengenai suatu foto yang disimpan oleh software pada kamera digital DSLR. Biasanya berupa tanggal, merek dan tipe kamera, aperture, ISO dan flash. - Lihat juga artikel tentang EXIF.
  • Exposure - dalam dunia fotografi eksposur adalah banyaknya cahaya yang diterima oleh sensor dalam kamera. Jika cahaya kurang hasil foto cenderung gelap (under exposure), jika kelebihan cahaya cenderung menjadi terlalu terang (over exposure). - Lihat juga artikel tentang memahami konsep Eksposure.
  • Exposure Index, EI - yaitu simbol atau angka untuk kepekaan cahaya yang dapat diterima oleh film (ASA film) atau ISO pada kamera digital. - Lihat juga keterangan ISO dan ASA.
  • Extention Tube - adalah suatu alat yang dipasang antara lensa dan kamera, tujuannya untuk mendapatkan jarak fokus yang lebih dekat agar dapat fokus untuk memotret objek yang kecil. - Lihat juga keterangan Macro Lens dan Macro Photography.
F
  • f-stop - Lihat keterangan Aperture
  • Fashion Photography - Fotografi Fashion yaitu suatu genre fotografi yang ditujukan untuk menampilkan pakaian dan item-item fashion lainnya. Biasanya dilakukan untuk kepentingan periklanan dan majalah fashion.
  • Fast Lens - Lensa cepat (fast lens) adalah lensa dengan nilai tingkap (aperture) tunggal yang merupakan nilai maksimumnya. Dengan tingkap (aperture) tunggal, sebuah fast lens masih mempunyai beberapa variasi nilai bukaan yang lebih besar. Beberapa contohnya adalah: Carl Zeiss 50mm f/0.7 (produksi terbatas yang dibuat untuk NASA), Nikon TV-Nikkor 35mm f/0.9, Canon EF 50mm f/1.0 - Lihat juga keterangan Aperture.
  • Fill Fash - yaitu penambahan cahaya flash atau lampu kilat pada objek (latar depan) yang minim cahaya biasanya pada saat objek membelakangi sumber cahaya (misal: sinar matahari). Pada kondisi tersebut biasanya objek akan terlihat gelap bahkan cenderung siluet. Nah untuk menghindari hal tersebut digunakanlah flashyang diarahkan pada objek tersebut (bagian muka model misalnya) agar terlihat lebih terang.  
  • Fine Art Photography - terjemahan bebas untuk Fine Art adalah "seni murni". Menurut Nico Darmadjungen salah satu fotografer fine art di Indonesia, tidak ada definisi yang baku untuk menerangkan fine art fotografi. Tapi secara umum fotografer lulusan sekolah seni Hamburg Jerman ini mengatakan bahwa fine artfotografi adalah cabang fotografi yang lebih menitikberatkan nilai estetik dan intelektual dalam karya-karyanya, selain indah foto tersebut juga mengandung makna tersendiri. 
  • Fisheye Lens -atau Lensa mata-ikan adalah lensa dengan sudut pandang hemisperis yang sangat lebar. Lensa fisheye menjadi sangat populer dalam fotografi karena distorsi citranya yang khas.
  • Fixed Lens - disebut juga Lensa tetap atau prime lens, yaitu lensa dengan panjang fokus (focal length) tunggal. Selain bobotnya yang ringan dan harga yang lebih murah dibandingkan dengan lensa zoom pada mutu yang sama, lensa fixed juga mempunyai kelebihan pada kecepatan lensa dan diameter tingkap (aperture) yang besar (nilai bukaan / f-stop yang kecil), handal untuk kebutuhan dalam kondisi pencahayaan yang minim (low light) dan menimbulkan efek blur (bokeh) dengan kedalaman ruang (Depth of Field) yang sempit. - Lihat juga keterangan Focal Length, Aperture, Bokeh, Depth of Field (DOF).
  • Flash - diterjemehkan secara bebas sebagai lampu kilat. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan cahaya (illuminate) tambahan objek yang kekurangan cahaya agar ter-ekspos dengan baik. Belakangan ini penggunaannya mulai meluas untuk menghasilkan foto-foto artistik dengan teknik off-camera-shoe atau Strobist. -Lihat juga keterangan off-shoe dan Strobist.
  • Focal Length - atau panjang fokus menentukan seberapa lebar sudut pandang lensa. focal length didefinisikan juga juga sebagai jarak (dalam mm) dari pusat optik lensa dengan titik fokus yang terletak di sensor atau film. Lensa dengan focal lengthpendek dalam fotografi biasanya disebut lensa wide angle, sedangkan focal lengthpanjang disebut lensa tele.
  • Focal Plane - Focal Plane atau bidang fokal adalah sebuah bidang yang tegak lurus sumbu optis, tempat dipetakannya bisang fokus dari sudut pandang tertentu dengan relasi stigmatisme. Peralatan yang digunakan untuk pemetaan tersebut bernama kanta (lensa). Agar pemetaan dapat menghasilkan citra yang baik, kanta (lensa) disusun sedemikian rupa dan dikombinasi dengan diafragma dll dalam suatu sistem optik. - Lihat juga artikel tentang kamera DSLR.
G
  • GND, filter - singkatan dari Graduated Neutral Density. Filter ini berfungsi untuk mengurangi cahaya yang masuk dengan gradasi sampai setengah dari lensa. Biasa digunakan untuk foto pemandangan, untuk menyelaraskan warna langit dengan permukaan bumi.
  • Guide Number, GN - Guide Number (angka pedoman) adalah angka yang mengindikasikan kekuatan lampu kilat (flash). Semakain tinggi GN sebuah lampu kilat, maka akan semakin terang dan semakin jauh jangkauan kilatannya. Angka GN standar didapatkan dari pengkalian angka diafragma dan jarak (dalam meter/feet), pada ISO 100 (dan pada sudut sebar kilatan sesuai lensa 50mm atau 35mm)
H
  • High Dynamic Range, HDR - HDR adalah hasil pengolahan foto dengan teknik yang menggabungkan beberapa foto dengan tingkat ekposur yang berbeda (gelap-normal-terang) menjadi satu frame sehingga terjadi peningkatan citra "dynamic range" (perbandingan atau rasio tingkat eksposure tersebut sehingga menghasilkan suatu tingkat eksposur baru yang dramatis).
  • Hotshoe - dudukan lampu kilat atau flash pada kamera.
I
  • Image Stabilzation, IS - istilah ini digunakan pada lensa Canon. Lensa dengan IS dilengkapi teknologi untuk meminimalkan blur dengan mengkompensasi gerakan tangan saat memegang lensa, berguna untuk pemotretan pada kondisi minim cahaya (low light) atau saat menggunakan lensa tele.
  • Internal Focusing, IF - istilah ini digunakan pada lensa Nikon. Lensa IF mampu mencari fokus secara cepat hanya dengan menggerakkan dan atau memanjangkan bagian depan lensa. Contoh lensa ini anatara lain: Nikkor 18-200mm f/3.5-5.6 VR II dan Nikkor 70-200mm f/2.8 VR II.
  • ISO - yaitu angka yang mengindikasikan tingkat ukuran kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi angka ISO maka semakin kepekaan sensor terhadap cahaya. Pengertian ini sama dengan ASA pada kamera yang menggunakan film. - Lihat juga keterangan ASA.
read more

Istilah dalam Dunia Fotografi A-D)


A
  • AF - Singkatan dari Auto Focus, istilah ini berhubungan dengan Lensa, yaitu cara kerja lensa yang secara otomatis menentukan jarak (fokus) melalui kamera.
  • AF-D - Auto Focus with Distance Information, istilah ini biasanya digunakan pada lensa Nikon. Artinya lensa mampu mengirim jarrak (Distance) antara objek foto dan lensa ke kamera yang akan dipakai oleh kamera untu menentukan metering.
  • AF-S - Auto Focus dengan Silent Wave Motor, istilah ini biasanya digunakan pada lensa Nikon. Lensa AF-S memiliki motor didalamnya sehingga bisa bekerja dengan semua jenis kamera DSLR Nikon yang tidak memilik motor sendiri (antara lain kamera Nikon tipe: D40, D60, D3000, D3100, D5000). Lihat juga keterangan Silent Wave Motor.
  • Ambient Light - yaitu pencahayaan dari seluruh ruang atau lingkungan sekitar objek foto. Secara teknis ambient light artinya total sinar yang datang dari semua arah, bisa berupa lampu atau sinar matahari.
  • Angle of View - yaitu sudut pengambilan gambar, merupakan salah satu teknik dasar fotografi. Setiap sudut pengambilan yang berbeda akan memberikan kesan yang berbeda pula pada hasil bidikan foto.
  • Aperture - yaitu seberapa besar ukuran lensa terbuka saat pengambilan foto. Sering disebut juga bukaan lensa atau diafragma. Bukaan ini dinyatakan dalam satuan f-stop (contoh f/5.6), semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang lensa terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.
  • Aperture Priority - yaitu pengaturan mode semi otomatis pada kamera yang memprioritaskan pengaturan aperture/diafragma secara manual sesuai keinginan kita, kemudian secara otomatis kamera akan menentukan besaran shutter speedatau kecepatan rana. Lihat juga keterangan Aperture dan Shutter Speed.
  • Artificial Light - Cahaya buatan manusia yang digunakan dalam pemotretan, seperti flash atau lampu kilat, api dan lain-lain. - Lihat juga keterangan Flash danStrobist.
  • ASA - singkatan dari American Standard Association, digunakan untuk menentukan kepekaan sensor film pada kamera terhadap cahaya. Pengertiannya sama dengan ISO pada kamera Digital (DSLR). -Lihat juga keterangan ISO.
  • Aspherical Lens - Lensa khusus untuk mengurangi distorsi dan penyimpangan warna, istilah ini biasanya digunakan untuk lensa Nikon.
B
  • Barn Doors -  Salah satu peralatan lighting atau Strobist, befungsi untuk menyekat atau menghalangi arah cahaya lampu agar tidak jatuh ke bidang yang tidak diinginkan. Bentuknya seperti daun pintu (barn door) yang berada di kiri-kanan dan atas-bawah standar reflektor.
  • Battery Grip - disebut juga dengan Vertical Grip, merupakan alat tambahan yang dipasang di bawah kamera. Dapat berfungsi sebagai baterai tambahan dan juga untuk memudahkan pemotretan dengan orientasi vertikal atau portrait.
  • Bayonet - Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk penggantian lensa. Istilah ini biasanya digunakan pada lensa Nikon.
  • Blur - Lihat keterangan Bokeh.
  • Bokeh - berasal dari bahasa Jepang yang artinya "menjadi kabur". Foto bokehadalah karakteristik foto yang menonjolkan objek utamanya dengan sangat tajam dan latar belakang atau depan sangat kabur atau blur. Sifat blur inilah yang disebut dengan Bokeh.
  • Bracketing - atau lebih dikenal dengan Auto Exposure Bracketing, yaitu pengaturan untuk pengambilan beberapa foto sekaligus dengan tingkat exposure yang berbeda. teknik ini biasanya digunakan pada kondisi cahaya yang cukup rumit. - Lihat juga artikel mengenai Bracketing.
  • Bulb - salah satu mode slow speed dalam kamera DSLR. Berfungsi untuk mengaturshutter speed atau kecepatan rana sesuai keinginan kita agar lebih lambat dari kecepatan yang sudah disetel di kamera (biasanya paling lambat 30 sec). - Lihat juga artikel foto slow speed.
  • Bounce Card - disebut juga dengan Reflector Card. Digunakan dalam teknik bounce flash, yaitu menggunakan semacam lembaran persegi panjang (card) yang diletakkan menjorok ke atas pada sisi kanan, kiri atau belakang flash, sehingga menyebarkan hanya sebagian cahaya hasil dari pantulan sinar terhadap cardtersebut.
  • Bounce Flash - Bounce Flash (lampu kilat pantul) adalah teknik pencahayaan lampu kilat atau flash secara tidak langsung (indirect flash) untuk mendapatkan hasil cahaya yang lunak, menyebar/merata dan natural. Singkatnya, teknik ini dilakukan dengan mengarahkan lampu kilat ke atas langi-langit (atau kesamping pada dinding) atau menggunakan bounce card untuk memantulkan cahaya lampu kilat menuju onjek.  
C
  • Cable Release - Kabel rilis yaitu suatu mekanisme yang melekat pada kamera umumnya yang berada di atas tripod. Kabel rilis terdiri dari kabel yang membentang dari kamera dan memiliki pemicu tombol pada ujung kabel tersebut, yang memungkinkan fotografer untuk mengambil foto dari jarak jauh.
  • Candid Photography - Candid fotografi adalah salah satu tema dalam aliran atau jenis fotografi dimana objek foto dipotret secara diam-diam atau secala alami tanpa arahan gaya secara khusus dari fotografer. Biasanya momen candid foto ini adalah pada acara keluarga, pernikahan atau even-even tertentu. Menurut saya hampir sama dengan foto jurnalistik. - Lihat juga keterangan Foto Jurnalistik.
  • CCD - singkatan dari Charge-Coupled Device atau Piranti muatan-berpasangan, yaitu sebuah sensor untuk merekam gambar, terdiri dari sirkuit terintegrasi. CCD digunakan dalam fotografi digital dan fotometri astronomi. - Lihat juga artikel tentang kamera DSLR.
  • Chromatic Aberration - Isitilah ini digunakan  untuk fitur suatu lensa tehadap foto yang dihasilkannya, yaitu berupa bayangan tipis (halo) berwarna ungu, hijau, atau merah yang mengelilingi batas sebuah objek foto, hal ini akan sangat jelas terlihat saat foto diperbesat di komputer.
D
  • Depth of Field, DOF - yaitu ukuran seberapa lebar bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar objek foto (yang terdekat dari kamera sampai objek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian objek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur atau tidak fokus. - Lihat juga keterangan Bokeh.
  • Diafragma - Lihat keterangan Aperture.
  • DSLR - singkatan dari Digital Single-Lens Reflex atau Kamera Digital Refleksi Tunggal, yaitu kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, Focal Plane dan Viewfinder. Sistem tersebutlah yang memungkinkan fotografrer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya wysiwyg "what you see is what you get". Sebagai media dan sensor penangkap gambar kamera DSLR menggunakan CCD dan CMOS. - Lihat juga Focal PlaneViewfinderCCD, CMOS danartikel mengenai kamera DSLR
read more

Tuesday, 16 October 2012

Apa sih FOTOGRAFI itu?


Definisi Fotografi

Fotografi (dari bahasa Inggrisphotography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafos" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. 
Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan membakar medium penangkap cahaya dan menghasilkan cahaya yang identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya yang disebut lensa).



Kamera adalah alat pokok dalam bidang fotografi. Sedang fotografi sendiri dapat diartikan sebuah produk teknologi hasil dari akumulasi berbagai inovasi, pengalaman, observasi dan obsesi dari teknologi serta ilmu pengetahuan.

Bicara mengenai fotografi tidak pernah lepas dari beberapa topik berikut:

* diafragma
* lensa
* kecepatan
* komposisi & framing
* angle of view  (normal, bird eye-view, frog eye-view)
* flash & cahaya konstan

Mungkin kita lelah membicarakan sisi teknis dalam dunia fotografi (analog maupun digital). Akan tetapi ada beberapa teknis pengaturan PENTING yang Sering dianggap TIDAK PENTING dalam FOTOGRAFI DIGITAL.
Sebuah konsep fotografi akan terwujud atau ter-eksekusi dengan baik, jika sang fotografernya mampu menguasai teknis dasar dari ilmu fotografi tersebut. Konsep tekniskonsep artistik maupun hal yang non teknis.

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa Lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.



SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FOTOGRAFI


Kronologi perkembangan fotografi dimulai dengan:

Foto Heliografi dengan subyek pemandangan yang pertama dibuat oleh Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1826.[1]

Boulevard du Temple, fotoDaguerreotype pertama yang dibuat oleh Daguerre pada sekitar tahun 1838-1839

Citra berwarna yang pertama, Maxwell, 1861

Foto berwarna yang pertama dibuat oleh Louis Ducos du Hauron pada tahun 1877.

High speed photography, Muybridge, 1878

Citra hasil pemindaian komputer digital, 1957
read more
Blogger Template by Clairvo